Cari Artikel Di Sini

In ASJ LINUX

Konfigurasi DHCP dan Reservation Debian 9.7.0

Setting DHCP  Serta IP Reservation (static) 
Pada Debian 9.7.0


Hasil gambar untuk debian

Halo, halo, halo kawan semua selamat datang kembali di blog saya, pastikan selalu ya kalau kalian sering datang ke blog ini karena di sana banyak terdapat artikel-artikel menarik yang tentunya bisa menambah ilmu IT kalian.
Kali ini saya akan menjelaskan cara membuat DHCP di debian dengan versi 9.7.0, apa sih DHCP itu?
Jadi DHCP (merupakan kependekan dari Dynamic Host Configuration Protocol) adalah salah satu protocol pada jaringan komputer yang dapat memberikan atau meminjamkan IP address terhadap host yang berada dalam satu jaringan secara otomatis. Dalam DHCP ada 2 istilah yang berbeda yaitu DHCP server dan DHCP client.
DHCP server adalah suatu perangkat yang gunanya memberikan/menawarkan IP address pada client.
DHCP clirnt adalah perangkat yang diberi IP address oleh DHCP server, dengan kata lain DHCP client adalah perangkat yang meminta IP kepada DHCP server.
TOPOLOGI : 

Lalu apa saja alat dan bahan yang dibutuhkan?
1. PC.
2. Aplikasi virtualbox.
3. ISO debian versi 9.7.0.
4. ISO Windows Server 2012 (sebagai client).
5. ISO Windows 2010 (sebagai client).

Lalu bagaimana cara confignya?
1. Install dulu semua ISO nya (debian, windows server 2012 dan windows 10), setelah itu buat configurasi DNS pada mesin debian.
jika kalian lupa atau tidak tahu caranya, kalian bisa baca di Setting DNS Pada Debian.
2. Setelah itu masukkan perintah ifconfig untuk melihat IP address kita. 






3. Masukkan perintah nano /etc/apt/sources.list untuk mengedit source list nya.
deb http://kebo.pens.ac.id/debian/ stretch main contrib non-free 
deb http://kebo.pens.ac.id/debian/ stretch-update main contrib non-free 
deb http://security.debian.org/ stretch/updates main contrib non-free 

4. Kemudian settingan pada Debiannya untuk network atur terlebih dahulu menjadi "Bridge". 


5. Lalu kita install paket dhcp server nya, ketik perintah apt-get install isc-dhcp-server. Tapi sebelum itu masuk ke bind terlebih dahulu dengan perintah cd /etc/bind. 



6. Kemudian kita backup terlebih dahulu file dhcpd.conf yang ada di perintah cd /etc/dhcp. Lalu ketik perintah cp dhcpd.conf dhcpd.conf.backup.



7. Lalu kita masukkan perintah nano dhcpd.conf di sana kita akan edit file dhcpd.conf nya dengan mengatur range dhcp server juga pengaturan IP lainnya. Untuk pengaturannya ikuti seperti di gambar ya. Oh iya dibagian option domain-name-server dan option domain-name nya gunakan nama domain kalian ya ketika di DNS.




8. Ketik perintah  nano /etc/default/isc-dhcp-server untuk mengedit nama interface yang nantinya akan dijadikan sebagai dhcp server. 




9. Kita ganti IP address sesuai dengan ip server yang kalian mau, juga atur gateway dan dns-nameservers nya, dengan perintah nano /etc/network/interfaces. Jika terjadi error maka ubahlah yang tadinya auto menjadi allow-hotplug. 




10. File resolv.conf nya jangan lupa diganti juga dengan perintah  nano /etc/resolv.conf.Untuk bagian search nya gunakan nama domain kalian saat di DNS.


11. Kemudian kita restart servernya, masukkan perintah /etc/init.d/networking restart.



12. Setelah server di restart kemudian kita reboot server dengan cara turn off kan si server. Reboot gunanya agar konfigurasi yang kita buat tadi bisa dijalankan.


13. Kemudian atur terlebih dahulu settingan di setiap ISO seperti di gambar, jadikan adapter dari setiap ISO adalah Host-Only bisa juga memakai adapter Internal Interface tergantung perangkat kalian ya. 




14. Nah cara agar di bagian name dapat dipilih VirtualBox Ethernet Adapter 2 adalah, kita ke menu file yang ada di pojok kiri atas lalu klik option Host Network Manager. Kemudian unceklis enable dan klik create, setelah itu langsung muncul VirtualBox Ethernet Adapter 2 dan kita klik itu. 




15.  Jalankan debian dan windows server 2012 secara bersamaan. 




16. Login ke dalam debian dan windows server nya. Jangan lupa ya dengan password kalian hehe. 




17. Lakukan pengecekan pada debian dengan memasukkan perintah dhcp-lease-list. Akan ditampilkan IP address yang diberikan DHCP server kepada client.



18. Karena di sini saya menggunakan windows server 2012 sebagai client jadi kita login terlebih dahulu, lalu kita cek apakah IP yang diberikan oleh DHCP server telah diterima oleh client kita cek di bagian Network Adapternya => klik kanan pada Ethernet => Status => Details. Jika sudah maka akan terjadi perubahan seperti di gambar. Yang artinya client telah menerima IP address dari server. 


19. Lakukan langkah ke 13 sampai 18 pada client ke dua yaitu Windows 10. Yaitu ubah Adapter menajdi Host-Only, setelah lakukan pengecekan di meisn debian. Dan cek pada Ethernet windows 10. 







Lalu bagaimana cara kita setting Reservation IP pada debian?
Kali ini saya mencoba untuk memberikan IP reservation/spesial kepada windows server.
1. Masukkan perintah nano dhcpd.conf agar kita bisa mengganti file dhcpd.conf pada mesin debian. 



2. Lalu cari bacaan #host fantasia. Setelah itu kita apus semua tanda pagar dari host sampai tanda "}".
lalu kita masukkan MAC-address dari perangkat client (windows server 2012) yang akan kita daftarkan, ohiya MAC-address bisa kalian lihat ketika berada di Network  Adapter client. Dan kita masukkan pula IP address yang ingin kita berikan untuk perangkat client. 



3. Setelah itu kita restart server dengan perintah /etc/init.d/networking restart setelah itu kita reboot. 



4. Setelah server menyala kembali kita masuk ke Network Adapter windows server 2012 dan kita lakukan disable dan enable, setelah itu kita klik kanan Ethernet => Status => Details dan kita lihat IP address nya akan berubah menjadi IP address yang kita berikan. Yang tadinya 23.23.23.2 berubah menjadi 23.23.23.20. 




Okesip mudah bukan, hasil akhir nya adalah windows 10 dan windows server 2012 telah resmi menjadi clinet dan kita telah berhasil memberikan IP Reservation untuk windows server. Selamat mencobanya ya hehe.
Semoga bermanfaat kawan, sekian terima kasih.
Pamit. 

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In TW RIZQI

TUTORIAL!!!!! Wireless Access Management

Wireless Access Management


Halo, halo, halo kawan semua selamat datang kembali di blog saya, jangan lupa ya pastikan kalian selalu mengunjumgi blog saya karena di sana kalian akan menemukan artikel-artikel yang menarik dan tentunya akan menambah ilmu kalian soal IT. 
Di artikel kali ini saya akan membawakan materi soal bagaimana cara mengatur wireless menggunakan aplikasi winbox, caranya sih cukup mudah ya tentunya jika kalian semangat mempelajarinya. Oke langsung saja kita oprek.

Sebelum itu ada dua hal yang perlu kalian ketahui sebelum melakukan hal ini yaitu,
  1. Access list, adalah filter autentikasi sebuah AP (mode Access Point) terhadap client yang terkoneksi. Jadi Access list digunakan di AP untuk menentukan client mana saja yang boleh konek ke AP.
  2. Connect list, adalah  filter autentikasi sebuah wireless client (mode Station) terhadap AP mana yang ingin terkoneksi. Jadi Connect list digunakan di client untuk menentukan client ini mau konek ke AP yang mana.
  • TOPOLOGI :

  • Alat dan bahan yang di butuhkan adalah,
  1. PC atau Laptop.
  2. Aplikasi winbox.
  3. Router RB951.
  4. Adapter RB951.
  5. Kabel LAN Straight. 
  • MAC Address ketika di AP side (server).
1. Buka apliaksi winbox, lalu klik MAC address setelah itu klik connect. 

2. Mauk ke menu wireless => interface, kemudian klik tanda ceklis dan double klik di bagian wlan1.
Setelah itu lakukan konfigurasi seperti di gambar ya, untuk "mode" nya itu pakai ap bridge karena nantinya server akan diakses oleh lebih dari satu PC. Untuk "Default authan....." jangan di unceklis terlebih dahulu. Kita buat SSID agar client dapat me-scan dan masuk ke jaringan kita. Klik apply and ok.

3. Tetap di menu wireless lalu klik registration. Akan tertera MAC address juga radio name dari client yang meminta masuk. Kita klik lalu kita copy MAC Address nya, gunakan option "Copy to access list". 
4. Setelah itu di bagian Access list sudah tertera MAC address yang tadi kita copy, artinya client tersebut sudah kita izinkan masuk. Lihat di bagian interface maka wlan1 akan "Running".
5. Lalu kita unceklis "Default Authen......." nya, ternyata meskipun di unceklis wlan1 masih tetap menjadi "Running" meskipun tunggu beberapa saat. 

6. Lalu kita buat IP router dan IP PC. IP router gunakan int wlan1, IP PC gunakan int yang sesuai dengan kalian. klik apply and ok. 

7. Selanjutnya kita tes ping dimenu new terminal, masukkan perintah ping (ip client). Jika TTL menunjukkan angka itu artinya client telah terhubung dengan kita/server. 


  • MAC Address ketika di Client.
1. Buka apliaksi winbox, lalu klik MAC address setelah itu klik connect. 

2. Kita ke menu wireless => interface, klik double di bagian wlan1 lalu kita scan SSID yang telah dibuat oleh server sebelumnya, klik start lalu cari SSID si server kemudian klik connect. 

3. Setelah itu lakukan konfigurasi seperti di gambar, sama seperti AP biarkan "Default Authen..." di ceklis. Untuk clien ganti "mode" nya dengan station bridge, ganti radio name nya agar mudah dikenali oleh server. Klik apply and ok. 

4. Pindah ke bagian registration sudah tertera MAC address si server langsung saja kita klik double kemudian pilih option "Copy to Connect List". 

5. Lihat di bagian connect list sudah ada MAC address si server tandanya kita sudah bisa masuk ke server.  

6. Kemudian jika di bagian interface wlan1 sudah berubah menjadi "Running" maka client sudah terhubung dengan server. 

7. Sama seperti server, unceklis "Default Authen...". 

8. Kemudian buat IP seperti ketika menjadi AP dengan aturan interface yang sama. Klik apply and ok. 

9. Lalu kita tes ping IP router si server, caranya masukkan perintah ping (ip server). Jika TTL menunjukkan angka artinya kita sudah diberi akses masuk oleh si server. 

Okesip mudah bukan, nah seperti itulah langkah-langkahnya. Selamat mencoba di rumah ya kawan
Sekian terima kasih, pamit.

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

Blogger Pages